Langsung ke konten utama
PUISImajinasi


Ketika pilu beradu gaduh
Asa enggan menjadikannya rusuh
Ucapmu hanyalah rindu
Tak mampu menipu kalbu

Ketika harus mengutarakan
Demi pilihan kurang ajar
Putih abu sesaat sirna
Meninggalkan kafna
Akan dimana luka
Dan bagaimana duka
Dianggap angin layu
Dalam semi gugurmu

















Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISImajinasi Terkadang, Rasa ini menyesal Malu akan nada keputusasaan Terkadang, Hadirmu adalah palsu Sembunyi dalam nyanyian kemunafikan Aku bertanya, Apakah bodoh sukaku berandai Atau egomu yang perlu diperlandai Aku bertanya, Apakah kesempatan mustahil terjadi Atau inginmu diriku berhenti